Prodi AFI UIN Imam Bonjol Tuntaskan Reformasi Kurikulum, Siap Menuju Akreditasi Internasional

Padang, 23 Juni 2026 – Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA), UIN Imam Bonjol Padang berhasil menuntaskan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) Reformasi Kurikulum Program Studi yang dilaksanakan dalam empat agenda strategis sepanjang Juni 2026. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi akademik Prodi AFI untuk memperkuat mutu pendidikan, meningkatkan daya saing lulusan, serta mempersiapkan program studi menuju akreditasi internasional.

Rangkaian FGD yang melibatkan seluruh dosen Prodi AFI tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai dari penyusunan visi keilmuan, profil lulusan, dan capaian pembelajaran lulusan (CPL), penyusunan bahan kajian dan struktur mata kuliah, revisi Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga evaluasi ketercapaian CPL sebagai tahap finalisasi kurikulum.

Melahirkan Visi Keilmuan Baru yang Responsif terhadap Tantangan Global

Salah satu capaian terpenting dalam reformasi kurikulum ini adalah lahirnya Visi Keilmuan Baru Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, yaitu:

“Pengembangan keilmuan Aqidah dan Filsafat Islam yang rasional, integratif, moderat, dan transformatif untuk pencerdasan dan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta penguatan kearifan lokal.”

Visi keilmuan tersebut dirumuskan melalui diskusi akademik yang mendalam dengan mempertimbangkan perkembangan studi Aqidah dan Filsafat Islam di tingkat nasional maupun internasional. Visi ini sekaligus menjadi identitas baru Prodi AFI dalam mengembangkan kajian keislaman yang tidak hanya berorientasi pada penguatan tradisi intelektual Islam, tetapi juga mampu menjawab tantangan kemanusiaan, sosial, lingkungan, dan kebudayaan pada era global.

Aspek rasional menegaskan pentingnya penguatan tradisi berpikir kritis dan argumentatif dalam memahami persoalan keagamaan. Karakter integratif menunjukkan komitmen untuk menghubungkan ilmu-ilmu keislaman dengan berbagai disiplin ilmu modern. Nilai moderat menjadi fondasi dalam membangun sikap keberagamaan yang inklusif dan menghargai keberagaman, sementara orientasi transformatif menegaskan bahwa ilmu harus mampu menghadirkan perubahan sosial yang konstruktif bagi masyarakat.

Yang menarik, visi keilmuan baru ini juga menempatkan pelestarian lingkungan dan penguatan kearifan lokal sebagai bagian integral dari pengembangan akademik. Hal ini menunjukkan keberanian Prodi AFI dalam merespons isu-isu global seperti perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan sekaligus mengangkat kekayaan intelektual lokal Minangkabau sebagai sumber inspirasi pengembangan keilmuan Islam yang kontekstual.

Empat Tahapan Strategis Reformasi Kurikulum

Reformasi kurikulum Prodi AFI dilaksanakan melalui empat tahapan utama.

Tahap pertama dilaksanakan pada 8 Juni 2026 dengan agenda penyusunan visi keilmuan, profil lulusan, dan CPL. Pada tahap ini dilakukan peninjauan mendalam terhadap arah pengembangan program studi agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan sosial yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Tahap kedua berlangsung pada 17 Juni 2026 dengan fokus pada penyusunan bahan kajian, beban SKS, dan nama mata kuliah. Para dosen melakukan pemetaan kompetensi, evaluasi mata kuliah yang telah ada, serta penyusunan mata kuliah baru yang sesuai dengan perkembangan keilmuan Aqidah dan Filsafat Islam serta kebutuhan masyarakat kontemporer.

Tahap ketiga dilaksanakan pada 18 Juni 2026 melalui kegiatan revisi Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Dalam forum ini dilakukan penyelarasan antara CPL, CPMK, metode pembelajaran, strategi asesmen, serta indikator keberhasilan pembelajaran berdasarkan prinsip Outcome Based Education (OBE).

Sementara itu, tahap keempat yang dilaksanakan pada 23 Juni 2026 menjadi tahap finalisasi melalui evaluasi ketercapaian CPL. Pada tahap ini dilakukan peninjauan menyeluruh terhadap hubungan antara CPL, bahan kajian, struktur kurikulum, mata kuliah, dan RPS untuk memastikan seluruh capaian pembelajaran dapat dicapai secara optimal.

Menyiapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Melalui reformasi kurikulum ini, Prodi AFI menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu Aqidah dan Filsafat Islam secara mendalam, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi akademik, literasi digital, kepedulian lingkungan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan global.

Kurikulum yang disusun juga mengintegrasikan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, isu keberlanjutan, moderasi beragama, dan penguatan kearifan lokal sehingga lulusan mampu berkontribusi secara nyata dalam kehidupan masyarakat, dunia pendidikan, lembaga keagamaan, sektor sosial, maupun berbagai bidang profesional lainnya.

Langkah Nyata Menuju Akreditasi Internasional

Ketua Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Joni Harnedi, M.IS., menyampaikan bahwa reformasi kurikulum ini merupakan bagian dari roadmap pengembangan program studi menuju standar internasional.

"Penyusunan kurikulum baru ini bukan sekadar penyesuaian administratif, tetapi merupakan transformasi akademik yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kualitas lulusan, dan daya saing program studi. Seluruh proses dilakukan berdasarkan prinsip Outcome Based Education yang menjadi salah satu standar penting dalam berbagai sistem akreditasi internasional. Karena itu, reformasi kurikulum ini merupakan langkah strategis menuju Program Studi Unggul dan persiapan menuju akreditasi internasional," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan empat rangkaian FGD ini menunjukkan komitmen bersama seluruh sivitas akademika Prodi AFI dalam membangun budaya akademik yang unggul, adaptif, dan berorientasi masa depan.

Dengan selesainya proses reformasi kurikulum tersebut, Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang semakin optimis menatap masa depan sebagai pusat pengembangan kajian Aqidah dan Filsafat Islam yang unggul, inovatif, berakar pada kearifan lokal, serta mampu berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban global.

“Merawat Tradisi Intelektual Islam, Memberdayakan Masyarakat, Melestarikan Lingkungan, dan Menjawab Tantangan Global.”