AFI UIN Imam Bonjol Padang Gelar FGD Review Internal Kurikulum Prodi: Siap Rumuskan Kurikulum Baru Yang Adaptif dengan Era Digital

Padang — Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA), Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Internal Review Kurikulum pada 11–12 Mei 2026 di Aula Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang. Kegiatan ini menjadi bagian awal dari proses pembaruan kurikulum program studi guna menyesuaikan kebutuhan pendidikan tinggi dengan perkembangan teknologi dan tantangan global di era digital.

FGD internal tersebut dihadiri oleh civitas akademika Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, termasuk para dosen dan perwakilan mahasiswa. Turut hadir dalam kegiatan itu Prof. Dr. Eka Putra Wirman, MA., Dra. Ermagusti, M.Ag., Dr. Za’im Rais, M.A., Prof. Dr. Widia Fitri, M.Hum., Dr. Amril, Mag, Dr. Zulfis, MHum, Dr. Erwin, M.Ag, Dr. Eliana Siregar, Elfi M.Hum, Rahmah Eka Saputri, M.Ag serta dosen AFI lainnya yang secara aktif memberikan pandangan dan masukan terhadap arah pengembangan kurikulum ke depan.

Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perubahan kurikulum di lingkungan Program Studi AFI. Setelah tahapan internal selesai dilakukan, program studi akan melanjutkan proses review dengan melibatkan pihak eksternal, seperti pakar, alumni, pengguna lulusan, dan stakeholder lainnya, guna memperoleh masukan yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan keilmuan kontemporer.

Salah seorang guru besar bidang ilmu kalam, Prof. Dr. Eka Putra Wirman, M.A., menegaskan bahwa pendidikan tinggi saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kemampuan critical thinking agar mampu menyaring informasi dan menghadapi derasnya arus perkembangan teknologi.

“Mahasiswa jangan sampai terjebak dalam pola pikir yang kolektif. Mereka harus memiliki kemampuan berpikir kritis agar mampu membaca realitas dan menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ketua Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Joni Harnedi, M.IS., menyampaikan bahwa pembaruan kurikulum diarahkan pada penguatan kompetensi mahasiswa melalui integrasi penguasaan teori dan kemampuan praktis. Penambahan mata kuliah berbasis praktik dinilai penting untuk mendukung pengembangan hard skills dan soft skills mahasiswa agar lebih siap menghadapi kehidupan yang semakin terdigitalisasi.

“Kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan zaman. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori keislaman dan filsafat, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif, komunikatif, kolaboratif, dan mampu menghadapi persoalan global yang semakin kompleks,” jelasnya.

FGD ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi yang membawa perubahan besar terhadap pola kehidupan masyarakat dan transformasi keilmuan. Karena itu, Program Studi AFI memandang perlu melakukan penyesuaian kurikulum agar tetap relevan serta mampu menghasilkan lulusan yang unggul, kritis, dan kompetitif.

Melalui forum diskusi ini, para dosen dan peserta FGD bersama-sama merumuskan langkah-langkah strategis dalam pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan fondasi keilmuan Islam yang menjadi karakter utama Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas akademik Program Studi AFI sekaligus mencetak lulusan yang kritis, kreatif, komunikatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dalam menghadapi dinamika modernitas.