Pasca Satu Tahun Pembangunan Miniatur Kakbah UIN IB Belum Rampung

  • Whatsapp
pembangunan miniatur kakbah uin ib padang

Pembangunan Miniatur Ka’bah UIN Imam Bonjol Padang untuk kepentingan praktik manasik haji dan umrah, telah dilaksanakan pada Desember 2020 lalu. Namun, hingga saat ini Miniatur Ka’bah tersebut belum difungsikan sebagaimana mestinya.

Hal ini turut dirasakan Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah (MD), Chindi Eltari bahwa Miniatur Ka’bah belum rampung dan area sekitaran telah tertutupi rumput liar. “Area sekitaran Miniatur Ka’bah tertutup, serta dipenuhi tumbuhan liar,” tuturnya.

Read More

Katanya, Miniatur Ka’bah tersebut belum pernah difungsikan, sehingga Mahasiswa Prodi MD belum pernah melakukan praktik pemandu ibadah haji dan umrah di sana.

Sementara itu, Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Husnul Hidayati mengatakan, pengaplikasian dan pengelolaan Miniatur Ka’bah belum nampak. “Sampai sekarang belum difungsikan dan dibiarkan terbengkalai,” katanya saat diwawancarai wartawan suarakampus.com, Kamis (10/02).

Kemudian, Husnul meminta pihak berkepentingan segera menuntaskan pembangunan tersebut. “Hal ini dilakukan agar Miniatur Ka’bah dapat membranding FDIK ke depannya,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Panitia Pembimbing Program Ibadah Haji, Efrizal menjelaskan Miniatur Ka’bah belum bisa digunakan karena masih akan ada pembangunan area Padang Arafah, tempat Mina dan Jamarat. “Pembangunan Miniatur Ka’bah belum sepenuhnya rampung, sehingga kami belum bisa mensosialisasikannya kepada mahasiswa,” jelasnya.

Kata dia, belum rampungnya pembangunan ini karena dana belum mencukupi dan pihaknya tengah berupaya mengusulkannya kepada pimpinan kampus. “Hal ini disebabkan oleh minimnya dana, karena dana sebagian besar dialihkan untuk pembangunan kampus lll, dan hal yang lebih urgen,” ucapnya.

Meski begitu, Efrizal menuturkan pembangunan Miniatur Ka’bah tahun 2022 bakal berlanjut, sebab pihaknya telah mengusulkan dana ke pihak kampus lebih satu miliar. “Pada tahun 2022 ini, kami berupaya akan menyelesaikan proses pembangunan yang belum rampung,” katanya.

Selain itu, katanya, jika pembangunan Miniatur Ka’bah sudah selesai, maka pihaknya segera mensosialisasikannya kepada mahasiswa, serta bisa disewakan untuk masyarakat umum. “Rencana ini tentunya menjadi tambahan pemasukan dana bagi kampus,” tutur Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi itu.

Efrizal juga mengusulkan untuk memperlancar pengelolaan Miniatur Ka’bah, tim khusus untuk mengelola miniatur ini diambil dari mahasiswa. “Saya sudah mengusulkam tim pengelola, tinggal menunggu keputusan,” pungkasnya.

Ia berharap dengan adanya Miniatur Ka’bah mahasiswa bisa belajar menjadi travel haji.”Semoga mahasiswa kita bisa memandu masyarakat yang ingin belajar dan mengetahui tentang pelaksanaan haji dan umrah,” tutupnya. (nsa)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.